![]() |
| Rumah Warga di Haurwangi Ambruk Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Keluarga dengan Anak Balita Kini Butuh Bantuan |
CIANJUR//TRANSPARAN – Sebuah rumah milik warga di Kampung Mareleng, RT 01/RW 02, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu malam, 19 September 2026.
Rumah milik Darojat (55), warga setempat, tersebut dilaporkan runtuh sekitar pukul 21.30 WIB, ketika hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut.
Menurut Darojat, saat kejadian dirinya bersama keluarga tengah bersiap untuk beristirahat. Namun, kondisi bangunan yang sudah tua membuat sejumlah bagian rumah tidak mampu menahan tekanan cuaca ekstrem hingga akhirnya ambruk.
“Waktu itu sekitar pukul 21.30 WIB, menjelang mau tidur. Tiba-tiba rumah runtuh,” ungkap Darojat kepada awak media, Minggu (20/9/2026).
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Darojat mengaku sempat menyelamatkan diri dengan berpindah ke bagian teras rumah setelah melihat kondisi dinding yang sebelumnya sudah mengalami retak dan belah.
Sementara itu, kedua anaknya yang masih kecil berada di kamar sebelah sehingga dapat terhindar dari bagian bangunan yang ambruk.
“Saya langsung menyelamatkan diri ke teras karena melihat dinding sudah belah dan retak-retak. Saya takut tertimpa,” tuturnya.
Darojat mengatakan, kondisi rumah yang ditempatinya memang sudah cukup memprihatinkan. Bangunan tersebut telah berusia cukup tua dan beberapa bagian mulai lapuk sehingga kondisinya semakin mengkhawatirkan, terlebih setelah diterjang hujan dan angin kencang.
Dalam kondisi tersebut, Darojat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, lembaga terkait, para dermawan maupun pihak swasta untuk membantu memperbaiki tempat tinggalnya.
Ia mengaku kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri karena keterbatasan ekonomi. Selama ini, Darojat bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya yang masih memiliki anak balita.
“Pekerjaan saya serabutan. Karena keterbatasan ekonomi, saya belum mampu memperbaiki rumah. Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak lainnya untuk meringankan beban keluarga,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Bantuan untuk perbaikan rumah diharapkan dapat segera diberikan agar Darojat bersama keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
M.Taufik

Social Header